BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Manusia merupakan makhluk ciptaan Tuhan
yang paling sempurna diantara makhluk lain. Dengana akal budinya, manusia dapat
berpikir dan menemukan cara-cara yang paling tepat untuk memenuhi kebutuhan
hidupnya, baik kebutuhan sebagai makhluk individual maupun sebagai makhluk
sosial. Salah satu cara yang ditemukan oleh manusia dalam rangka memenuhi
kebutuhannya tersebut adalah kerja sama. Manusia sadar bahwa tanpa kerja sama,
mereka tidak mungkin memenuhi kebutuhannya sendiri secara layak.
B.
Rumusan
Masalah
1. Apa
pengertian kerjasama?
2. Apa
saja prinsip-prinsip kerjasama?
3. Apa
saja jenis-jenis kerjasama dalam kelompok?
4. Apa
pentingnya kerjasama?
5. Apa
saja yang hal perlu diperhatikan dalam kerjasama?
6. Bagaimana
kerjasama dalam berbagai kehidupan?
C.
Tujuan
1. Mengetahui
pengertian kerjasama
2. Mengetahui
prinsip-prinsip kerjasama?
3. Mengetahui
jenis-jenis kerjasama dalam kelompok?
4. Mengetahui
pentingnya kerjasama?
5. Mengetahui
hal yang perlu diperhatikan dalam kerjasama?
6. Mengetahui
masalah kerjasama dalam berbagai kehidupan?
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian
Kerjasama
Kata kerjasama terdiri dari dua suku
kata, yaitu, kerja dan sama, masing-masing mempunyai arti : kerja adalah
perbuatan melakukan sesuatu. Sama artinya tidak berbeda, tidak berlainan. Jadi
kerjasama artinya perbuatan bantu membantu atau perbuatan yang dilakukan
bersama (WJS Purwadarminta, 1976 : 492-859).
Kerjasama diartikan sebagai suatu
hubungan yang dilakukan oleh dua orang atau lebih dengan suatu tujuan untuk
mencapai tujuan bersama secara mudah, ringan, dan cepat. Kata kerjasama sangat
identic dengan pepatah “berat sama dipikul ringan sama dijinjing”. Pepatah
tersebut memberikan suatu pengertian bahwa pekerjaan yang berat apabila
dikerjakan secara bersama-sama, akan terasa ringan dan mudah. Dengan demikian,
dapat disimpulkan bahwa kerjasama adalah proses usaha bersama untuk mencapai
tujuan yang didinginkan.
B.
Prinsip-Prinsip
Kerjasama
Kerjasama adalah salah satu dari asas
didaktik, A. Nasution (1986 : 152-153) mengemukakan tentang prinsip-prinsip
kerjasama dalam kelompok sebagai berikut :
1. Anak-anak
melihat tujuan, rencana dan masalah yang jelas dan mengandung arti bagi mereka
2. Setiap
anggota memberikan sumbangan masing-masing
3. Setiap
individu merasa tanggungjawab kepada kelompoknya
4. Anak
turut berpartisipasi dan bekerjasama dengan individu lain secara efektif
5. Digunakan
prosedur demokratis dalam perencanaan, penyelesaian dan membuat keputusan
6. Pemimpin
dapat menciptakan suasana dimana setiap orang mau menyumbangkan buah pikirannya
dan dan bekerjasama secara kooperatif
7. Digunakan
penilaian terhadap kemajuan kelompok dalam segala segi : social, kepemimpinan,
aktivitas dan sebagainya
8. Setiap
anggota merasa puas dan aman dalam kelakuan
C.
Jenis-Jenis
Kerjasama dalam Kelompok
Jenis-jenis kerjasama yang banyak
digunakan di lingkungan pendidikan seperti yang dikemukakan oleh Tabrani Rusyan
(1989: 158), sebagai berikut :
1. Kerjasama
berdasarkan suatu proyek atau masalah, yakni :
1) Menyadari
dan merumuskan masalah
2) Menyusun
rencana pemecahan, sesuai dengan pengembangan proyek
3) Menarik
kesimpulan-kesimpulan
2. Proses-proses
kelompok didalam merumuskan, menghadapi dan memecahkan masalah :
1) Perencanaa
kelompok
2) Panitia
kerja
3) Penemuan
dan hasil-hasil
4) Penilaian
bagi kelompok
3. Diskusi
kelompok, kelompok sementara (the buzz
group)
4. Peranan-peranan
kelompok dengan tanggungjawab khusus. Pemimpin, pengamat, pencatat, manusia,
sumber.
5. Peranan
anggota umum
6. Role
playing :
1) Psikodrama
2) Sosiodrama
Jenis-jenis kerjasama tersebut diperkuat
oleh William Burton mengemukakan bahwa jenis kerjasama kelompok sebagai berikut
:
1. Kerja
kelompok untuk memecahkan suatu proyek atau problema.
Langkah-langkah yang
diikuti adalah sebagai berikut :
a. Timbulnya
masalah
b. Pembagian
atau analisis masalah
c. Pembagian
tugas
d. Kegiatan
kelompok
e. Penyelesaian
oleh kelompok
f. Konklusi
2. Diskusi
kelompok
Diskusi tidak sama
dengan berdebat. Diskusi selalu ditujukan untuk memecahkan masalah yang
menimbulkan berbagai pendapat. Tentang diskusi ini diajukan beberapa keberatan
:
a. Banyaknya
waktu terbuang
b. Hanya
sebagian saja yang berbicara
c. Anak-anak
sering menyelewengkan dari pokok persoalan. (Harun Nasution, 1986 :153)
D.
Pentingnya
Kerjasama
Menurut Oemar Hamalik dalam Tabrani Rusyan
(1986: 156-158) dan menurut Harunn Nasution (1986: 150-152), mereka menjelaskan
tentang pentingnya kerjasama sebagai berikut :
1. Kelompok
social mempengaruhi tingkah laku. Pengaruh tersebut ada yang bersifat positif
da nada yang bersifat negative. Pengaruh yang baik diperoleh melalui kerjasama
yang harmonis dalam pemecahan masalah bersama, pembagian tugas, pembagian
hasil, penilaian kelompok sehingga tumbuh kepribadian sikap social, kemampuan
menghadapi masyarakat, perasaan saling bergantung, human relation, dan
berkembangnya kepribadian secara harmonis. Pengaruh yang bersifat negative
dapat timbul karena pengaruh kelompok yang memiliki nilai-nilai yang buruk,
tujuan diselewengkan, timbulnya persaingan yang tidak sehat, dan lain-lain
sehingga tingkah laku yang tidak dapat diterima oleh masyarakat, merusak
kepribadiannya sendiri dan menimbulkan gejala-gejala gangguan mental, dan
lain-lain.
2. Melatih
berpikir bersama dalam kelompok. Semua anggota dihadapkan kepada satu masalah
yang harus dipecahkan bersama pula. Untuk itu perlu diskusi terbuka dan
diperlukan situasi dimana tiap orang
dapat menyatakan pendapatnya sacara bebas, melalui pertukaran pendapat akan
diperoleh keputusan dan persetujuan bersama dimana tiap anggota akan bersikap
loyal terhadap putusan itu. Dengan demikian akam menimbulkan pula sikap saling
menghormati, aman dan solidaritas dikalangan anggota. Pemikiran kelompok sangat
berharga dalam kehidupan sehari-hari dimana prinsip-prinsip demokrasi
dilaksanakan.
3. Kerjasama
di dalam kelompok akan meningkatkan kualitas dan kuantitas belajar. Belajar
kelompok lebih efektif daripada belajar dengan cara perseorangan, disamping
memberikan hasil yang lebih mantap, juga lebih cepat dan lebih baik.
4. Kerjasama
di dalam kelompok merupakan pendidikan social bagi anak. Interaksi didalam
kelas merupakan factor yang menentukan moral dan reaksi kelompok. Kelompok akan
memupuk hubungan social yang harmonis dikalangan anak-anak dimana terdapat rasa
saling menghormati dan menghargai satu sama lain, saling mencintai, saling
memberi dan saling menerima, belajar berkomunikasi secara baik,bekerja untuk
kepentingan semuanya, menitik berakan musyawarah untuk mufakat, menikmati
tujuan bersama, pendek kata berkembangnya sikap dan apresiasi social yang baik.
E.
Hal
yang Perlu Diperhatikan dalam Kerjasama
1. Tidak
untuk melakukan kejahatan dan kerusakan
2. Bersifat
meninggikan derajat dan martabat kemanusiaan
3. Tetap
menghargai keberadaan dan keanekaragaman suku, agama, ras dan aliran golongan
dalam masyarakat
4. Bersifat
adil
5. Tidak
bertentangan dengan norma dan peraturan perundang-undangan yang berlaku
F.
Masalah
Kerjasama dalam Berbagai Kehidupan
Sejarah bangsa Indonesia telah
membuktikan bahwa apabila tidak ada kerja sama,maka gagallah semua perjuangan
bangsa dalam meraih tujuan. Namun setelah semua bekerja sama dan bersatu kita
menjadi berhasil. Perjuangan Thomas Mattulessi (Pattimura) dari Maluku (1817),
Pangeran Diponegoro di Jawa (1825-1830) dan Imam Bonjol di Sumatera Barat
(1821-1837), dapat dijadikan sebagai contoh pada waktu itu mereka tidak bekerja
sama dan bersatu. Seandainya mereka dapat bekerja sama dan bersatu, niscaya
Belanda sudah dapat dikalahkan.
Kesalahan masa lampau segera disadari
oleh para pemimpin bangsa. Mereka kemudian mengambil langkah untuk
memperbaikinya dengan membentuk organisasi modern. Sejak tahun 1908 Organisasi
Budi Utomo menerapkan perjuangan dengan cara menggalang persatuan, kesatuan dan
koordinasi. Budi Utomo membangkitkan semangat nasional melalui usaha-usaha
pendidikan dan kebudayaan. 20 tahun setelah berdirinya Budi Utomo, kesadaran
berbangsa mulai tumbuh. Organisasi-orgasnisasi permuda yang semula berjuang
sendiri-sendiri, akhirnya mempunyai keinginan untuk bersatu.
Organisasi-organisasi pemuda itu seperti Jong Java, Jong Sumatra, Jong Celebes
bersatu dan berkumpul di Jakarta. Mereka mengadakan kongres pemuda I dan II,
yang akhirnya menghasilkan sumpah pemuda.
Sumpah pemuda diikrarkan pada tahun
1928, sebagai bentuk kebulatan tekad mewujudkan kerja sama dalam perjuangan
bangsa. Perjuangan itu dilandasi dengan semangat persatuan dan kesatuan.
Perjuangan angkatan 28 ini kemudian dilanjutkan oleh angkatan 45. dari angkatan
inilah semangat kerja sama dan persatuan menjadi kukuh. Semangat inilah menjadi
modal utama bagi tercapainya tujuan, yakni kemerdekaan.
Sebagaimana telah kita ketahui,
masyarakat Indonesia terbentuk dari berbagai suku yang memeluk agama dan
kepercayaan yang berbeda-beda. Keadaan yang demikian merupakan hal yang
membanggakan, karena selama ini di lingkungan bangsa Indonesia tetap terjaga
persatuan dan kesatuan. Kita bangsa Indonesia harus tetap dapat menjaga dan
melestarikan sikap toleransi dan kerja sama.
Usaha melestarikan kerukunan itu
meliputi 3 macam, yang lebih dikenal dengan Tri Kerukunan umat beragama, yaitu
:
a. Kerukunan
intern umat beragama.
b. Kerukunan antar umat beragama yang berbeda.
c. Kerukunan
umat beragama dengan pemerintah.
Kerukunan yang menumbuhkan semangat
kerja sama yang positif dan produktif sangat diperlukan dalam masa pembangunan
sekarang. Agama menuntun agar para pemeluknya hidup bahagia di dunia dan di
akhirat. Dalam rangka memenuhi kebutuhan hidupnya untuk mencapai kebahagiaan
itu, maka diperlukan kerja sama dengan orang lain termasuk yang berlainan
agamanya.
Jadi, dalam kerja sama antar umat
beragam atau kepercayaan terhadap Tuhan yang Maha Esa, hendaknya jangan sampai
mencampuri adukkan antara ajaran agama atau kepercayaan yang satu dengan
lainnya. Hal demikian untuk melindungi dan menjamin kemurnian dan pelaksanaan,
serta ketinggian dan keluhuran agama itu sendiri.
Sedangkan penerapan nilai moral kerja
sama dengan bangsa lain dalam kehidupan sehari-hari. Bangsa Indonesia menganut
prinsip saling menghormati dan berkerja sama antar bangsa. Hal itu dimaksudkan
dalam upaya mencapai dunia yang damai dan sejahtera. Setiap bangsa harus
menghormati kedaulatan negara lain dan tidak ikut campur urusan dalam negri
negara lain. Kebijaksanaan hubungan luar negri Indonesia didasarkan atas
prinsip saling menghormati dan bekerja sama hal ini didasarkan pada nilai moral
kerja sama sebagai berikut.
1) Hubungan
luar negri dilandasi prinsip politik luar negri bebas aktif.
2) Pengembangan
hubungan luar negri ditujukan kepada peningkatan persahabatan dan kerja sama
internasional dan regional.
3) Sesuai
dengan semangat Dasa Sila Bandung, Indonesia berperan dalam usaha menyelesaikan
berbagai masalah dunia khususnya masalah dunia yang mengancam perdamaian dan
bertentangan dengan rasa keadilan dan kemanusiaan.
Bentuk kerja sama Indonesia dengan
negara lain, misalnya penyelenggaraan Konferensi Asia Afrika (KAA) membentuk /
memelopori persatuan negara Asia Tenggara (ASEAN), masuk menjadi anggota OPEC,
menyelenggarakan Muktamas Dakwah Islam Internasional / dan lain-lain.
BAB
III
KESIMPULAN
Kerjasama diartikan sebagai suatu
hubungan yang dilakukan oleh dua orang atau lebih dengan suatu tujuan untuk
mencapai tujuan bersama secara mudah, ringan, dan cepat. Kemudian,
prinsip-prinsip kerjasama dalam kelompok yakni anak-anak melihat tujuan,
rencana dan masalah yang jelas dan mengandung arti bagi mereka, setiap anggota
memberikan sumbangan masing-masing, setiap individu merasa tanggungjawab kepada
kelompoknya, anak turut berpartisipasi dan bekerjasama dengan individu lain
secara efektif, digunakan prosedur demokratis dalam perencanaan, dan lain-lain.
William Burton mengemukakan bahwa jenis
kerjasama kelompok mencakup kerja kelompok untuk memecahkan suatu proyek atau
problema dan diskusi kelompok.
Menurut Oemar Hamalik dalam Tabrani
Rusyan (1986: 156-158) dan menurut Harunn Nasution (1986: 150-152), mereka
menjelaskan tentang pentingnya kerjasama antara lain kelompok social mempengaruhi
tingkah laku, melatih berpikir bersama dalam kelompok, kerjasama di dalam
kelompok akan meningkatkan kualitas dan kuantitas belajar, kerjasama di dalam
kelompok merupakan pendidikan social bagi anak. Kemudian, Hal yang perlu
diperhatikan dalam kerjasama yakni tidak untuk melakukan kejahatan dan
kerusakan, bersifat meninggikan derajat dan martabat kemanusiaan, tetap
menghargai keberadaan dan keanekaragaman suku, agama, ras dan aliran golongan
dalam masyarakat, bersifat adil dan tidak bertentangan dengan norma dan
peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Adapun masalah kerjasama dalam berbagai
kehidupan, sejarah bangsa Indonesia telah membuktikan bahwa apabila tidak ada
kerja sama,maka gagallah semua perjuangan bangsa dalam meraih tujuan. Namun
setelah semua bekerja sama dan bersatu kita menjadi berhasil.
DAFTAR
PUSTAKA
Nurjanah, 2013. Buku Diktat : Pengembangan Kepribadian. Institut Agama islam
Darussalam,
Ciamis
https://fixguy.wordpress.com/makalah-kerja-sama/
(Diakses tanggal 20 Maret 2015)
http://www.bimbie.com/kerja-sama.htm/
(Diakses tanggal 20 Maret 2015)
Comments
Post a Comment