BAB 1
PENDAHULUAN
A. Latar
belakang
Manusia hidup di muka
bumi ini tidak hanya untuk sekedar makan dan
minum saja. Tetapi sebagai
manusia harus mempunyai aktivitas lainnya. Apakah
hanya hidup untuk makan atau
makan untuk hidup? Semuanya tergantung
pada diri individu masing-masing. Tetapi sebagai
manusia kita dituntut untuk menunjukan potensi diri terhadap apa yang kita
bisa,kita pelajari dan kita usahakan.Sehingga,akan timbul suatu kebanggaan tersendiri
yang identik dengan nama prestasi.
Terkait dengan hal itu setiap orang pastinya memiliki bakat
tersendiri,entah itu dibidang olahraga,dibidang seni maupun yang lainnya.Namun
ada orang yang pandai mengelola bakatnya sehingga menjadikan itu sebagai sebuah
prestasi,ada pula orang yang tidak dapat menyalurkan bakatnya karena beberapa
hal,entah itu karena malu ataupun yang lainnya.
B.
Rumusan masalah
1.
Apa
pengertian prestasi?
2.
Seberapa
penting prestasi bagi seseorang?.
3.
Bagaimana
cara meraih prestasi?
C.
Tujuan
1.
Mengetahui
pengertian prestasi
2.
Mengetahui
pentingnya prestasi bagi seseorang
3.
Mengetahui
bagaimana cara meraih prestasi
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian Prestasi
Istilah prestasi
berasal dari bahasa Belanda yaitu prestatie, kemudian dalam bahasa Indonesia menjadi prestasi yang
berarti hasil usaha. Prestasi adalah hasil dari
suatu kegiatan yang telah dikerjakan, diciptakan, baik secara individual maupun
kelompok. Prestasi tidak akan pernah dihasilkan tanpa suatu usaha baik
berupa pengetahuan maupun berupa keterampilan (Qohar,2000).
Menurut Sardiman A.M (2001:46) “Prestasi adalah kemampuan nyata
yang merupakan hasil interaksi antara berbagai faktor yang mempengaruhi baik
dari dalam maupun dari luar individu dalam belajar”. Sedangkan pengertian prestasi
menurut A. Tabrani (1991:22) “Prestasi adalah kemampuan nyata (actual ability)
yang dicapai individu dari satu kegiatan atau usaha”.
Menurut M. Surya (1990 : 296) “Pretasi belajar adalah seluruh
kecakapan yang diperoleh melalui kegiatan belajar mengajar disekolah, diadakan
evaluasitentang materi pelajarandinyatakan dengan nilai-nilai prestasi
belajar”.
Menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia (1996:186) “Prestasi adalah
hasil yang telah dicapai (dilakukan, dikerjakan dan sebagainya)”. Sedangkan
menurut W.S Winkel (1996:165) “Prestasi adalah bukti usaha yang telah dicapai”.
Dari beberapa pendapat di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa
prestasi merupakan suatu hasil yang telah dicapai sebagai bukti usaha yang
telah dilakukan.
B.
Tujuan dan Pentingnya Prestasi
Dengan diperolehnya prestasi belajar, dapat diperoleh petunjuk yang
jelas tentang pencapaian tujuan pembelajaran, sehingga upaya peningkatan
efektivitas belajar mengajar dapat dilakukan untuk tercapainya tujuan yang
memuaskan.
Tujuan prestasi belajar menurut
S. Nasution (1990:125) :
a.
Mengetahui
kesanggupan anak
b.
Menunjukkan
kelebihan dan kekurangan anak
c.
Menunjukkan
kelemahan metode mengajar yang dilakukan guru
d.
Mengetahui
sampai manakah siswa itu mencapai tujuan pembelajaran
e.
Menunjukkan
tentang tujuan pembelajaran yang akan
dicapai
Orang yang berprestasi meyakini bahwa hasil yang diperoleh sesuai
harapan dan keinginannya. Orang yang mendapatkan hasil sesuai harapan berarti
memperoleh keberhasilan atau kesuksesan. Semua orang pasti menginginkan harapan,
cita-cita dan keinginannya tercapai. Sehingga memperoleh prestasi sesungguhnya
merupakan dambaan setiap siswa. Berprestasi tidak hanya akan mengharumkan nama
kita tapi juga nama keluarga, masyarakat, bangsa dan negara. Oleh karena itu
prestasi mempunyai arti yang sangat penting, antara lain :
ü Prestasi dapat menjadi kebanggaan bagi diri sendiri
ü Prestasi dapat menjadi indikator ( penanda ) kuantitas dan kualitas
yang dicapai dari suatu kegiatan.
ü Prestasi dapat menjadi pengalaman berharga dan bahan informasi
untuk masa depan., keluarga dan masyarakat.
ü Prestasi dapat digunakan untuk mengetahui tingkat kepandaian dan
kemampuan seseorang atau sebuah kelompok.
Banyak orang yang menghubungkan prestasi dengan berbagai
penghargaan. Namun sesungguhnya penghargaan hanya merupakan simbol pengakuan
masyarakat terhadap suatu prestasi. Penghargaan semacam ini bentuknya
bermacam-macam, seperti piagam, piala, medali, uang dan lain-lain. Yang paling
bermakna bagi seseorang yang berprestasi sebenarnya adalah pengakuan itu sendiri.
Yaitu bahwa kerja keras yang dilakukannya selama ini dan hasil yang telah
dicapai melalui upaya tersebut ternyata memperoleh pengakuan dari masyarakat.
C.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Prestasi
Prestasi seseorang sangat dipengaruhi oleh dua macam faktor yaitu
faktor yang berasal dari dalam diri orang itu sendiri dan faktor yang berasal
dari luar dirinya.
1.
Faktor
dari dalam diri, diantaranya bakat atau potensi, kepandaian atau
intelektualitas, minat, kebiasaan, motivasi, pengalaman, kesehatan danemosi.
2.
Faktor
dari luar, misalnya keluarga, sekolah, masyarakat, sarana prasarana, fasilitas,
gizi dan tempat tinggal.
Kedua jenis faktor tersebut mendukung satu sama lain. Prestasi
biasanya akan muncul jika kedua macam faktor di atas terpenuhi secara baik.
D.
Indikator Prestasi Belajar
Kunci pokok untuk memperoleh ukuran dan data hasil belajar siswa
adalah mengetahui garis-garis besar indikator (petunjuk adanya prestasi
tertentu) dikaitkan dengan jenis prestasi yang hendak diungkapkan atau diukur.
Sejalan dengan itu ada beberapa jenis prestasi, yaitu ranah cipta (kognitif),
ranah rasa (afektif), dan ranah karsa (psikomotor). Hasil prestasi belajar
ditandai dengan kemampuan siswa dalam menyimpulkan, menafsirkan, membedakan,
mengelompokkan dan memfokuskan perasaan yang diterimanya.
Secara rinci menurut tafsir (1992:50), aspek kofnitif akan nampak pada enam segi, yaitu ingatan,
pemahaman, penerapan, analisis, sintesis dan evaluasi. Uraian keenam segi
tersebut adalah sebagai berikut :
1.
Ranah
Kognitif
1)
Ingatan
Ingatan
adalah kemampuan seseorang untuk mengingat kembali atau mengenali kembali nama,
istilah, ide, gejala, rumus-rumus dan sebagainya tanpa mengharapkan kemauan
untuk menggunakannya.
2)
Pemahaman
Pada
jenjang ini anak didik diharapkan tidak hanya mengetahui, mengingat tetapi juga
harus mengerti. Pemahaman berarti mengetahui tentang sesuatu dan dapat
melihatnya dari berbagai segi. Pemahaman merupakan jenjang kemampuan berpikir
lebih tinggi dari ingatan.
3)
Penerapan
Setelah
mengetahui dan mengerti sesuatu hal, anak didik diharapkan mampu menggunakan
atau menerapkannya.
4)
Analisis
Jenjang
kemampuan berpikir berikutnya setingkat lebih tinggi dari aplikasi adalah
analisis, yaitu suatu kemampuan untuk merinci atau menguraikan suatu bahan atau
keadaan menurut bagian-bagian yang lebih kecil atau merinci faktor-faktor
penyebabnya dan mampu memahami hubungan diatara bagian-bagian atau
faktor-faktor yang satu dengan yang lainnya.
5)
Sintesis
Sintesis
adalah suatu kemampuan berpikir yang merupakan kebalikan dari proses analisis.
Sintesis adalah suatu proses yang memadukan bagian-bagian atau unsur-unsur
secara logis sehingga menjadi suatu pola yang berstrukur atau terbentuk pola
baru.
6)
Evaluasi
Evaluasi
adalah jenjang proses berpikir yang tertinggi dalam ranah kognitif menurut taksonomi
B.S. Bloom. Evaluasi merupakan keauan seseorang untuk membuat pertimbangan
terhadap suatu situasi, nilai atau ide .
2.
Ranah
Afektif
1)
Kemauan
Menerima
Kemauan
menerima merupakan keinginan untuk memperhatikan suatu gejala atau rangsangan
tertentub(kegiatan belajar, membaca buku dan mendengarkan musik). Halmini
menyangkut kegiatan :
ü Mendengarkan dengan penuh perhatiam
ü Menunjukkan kesadaran pentingnnya belajar
ü Menerima perbedaan ras dan kebudayaan
ü Memperhatkan dengan sungguh-sungguh kegiatan kelas
ü Menunjukkan kepekaan terhadap kebutuhan manusia dan masalah sosial
2)
Kemauan
Menanggapi
Kemauan
menanggapi menunjukkan kepada partisipasi aktif dalam kegiatan tertentu,
seperti menyelesaikan pekerjaan rumah,mentaati peraturan, mengikuti kegiatan
diskusi kelas, menyelesaikan pekerjaan dilabolatoriumm, tugas khusus atau
menolong orang lain.
3)
Berkeyakinan
Hal
ini berkenaan dengan penelitian nilai tertentu pada diri individu, seperti
menunjukkan kepercayaan terhadap sesuatu, apresiasi terhadap sesuatu, sikap
ilmiah atau kesungguhan kerja (komitmen) untuk melakukan sesuatu peninggkatan
kehidupan sosial.
4)
Penerapan
Karya
Penerapan
karya berkenaan dengan penerimaan terhadap nilai yang berbeda-beda berdasarkan
suatu sistem nilai tertentu yang lebih tinggi, seperti menyadari pentingnnya
keselarasan antara hak dan tanggung jawab terhadap perbuatan yang
dilakukan,memahami dan menerima kelebihan dan kekurangan diri sendiri, atau
menyadari peranan perencanaan dalam pemecahan masalah.
5)
Kekuatan
dan Ketelitian
Kekuatan
dan ketelitian adalah tingkatan ranah afektif tertinggi. Pada taraf ini
individu yang sudah memiliki sistem nilai, selalu menyelaraskan perilakunya
sesuai dengan sistem nilai tersebut, seperti bersikap objektif terhadap segala
hal . Dari ranah afektif ini akan diketahui bahwa seseorang muai berminat ,
menghargai, menghayati sampai kepada mengamalkan.
3.
Ranah
Psikomotor
1)
Presepsi
Presepsi
berkenaan dengan penggunaan indra dalam melakukan kegiatan, seperti mengenal
kerusakan mesin dari suaranya yang sumbang atau menghubungkan suatu musik
dengan tarian tertentu.
2)
Kesiapan
Kesiapan
berkenaan dengan kesiapan untuk kegiatan tertentu. Termasuk didalamnya mental
set (kesiapan mental), physical set (kesiapan fisik), atau emosional
set (kesiapan emosi), untuk melakukan suatu tindakan.
3)
Mekanisme
Mekanisme
berkenaan dengan penampilan respons yang sudah menjadai kebiasaan sehingga
gerakan yang ditampilkan
menunjukkan
kepada suatu kemahiran, sepertimenulis halus, menari,atau mengatur
labolatorium.
4)
Respon
Terbimbing
Seperti
peniruan yakni mengikuti, mengulangi perbuatan yang diperintahkan atau
ditujukan orang lain, atau trial and error (coba-coba)
5)
Kemahiran
Kemahiran
berkenaan dengan penampilan gerakan mototrik dengan keterampilan penuh
6)
Adaptasi
Adaptasi
berkenaan dengan keterampilan yang sudah berkembang pada individu sehingga yang
bersangkutan mampu memodifikasi pola gerakannya sesuai dengan situasi tertentu,
seperti kita lihat pada orang bermain tenis, pola-polan gerakannya disesuaikan
dengan kebutuhan mematahkan serangan lawan.
7)
Originasi
Originasi
menunjukkan kepada penciptaan pada gerakan baru untuk disesuaikan dengan
situasi atau masalah tertentu. Biasanya hal ini dapat dilakukan oleh orang yang
sudah mempunyai keterampilan tinggi, seperti menciptakan tarian komposisi musik
atau mode pakaian.
E.
Cara Meraih Pestasi
Beberapa cara untuk meraih prestasi adalah tekun, jujur, dan
percaya diri.
1.
Tekun
Sehari selembar buku untuk dibaca itu lebih baik daripada semalam
menyelesaikan sebuah buku. Mengapa demikian? Karena daya rekam otak manusia
akan lebih baik digunakan untuk merekam sesuatu yang sedikit daripada merekam
sesuatu yang lebih banyak. seperti kaset, hendaknya pengguna tidak
memaksimalkan kapasitas agar kaset itu awet. Maka, sedikit demi sedikit justru
itu akan terekam lebih baik.
Sedemikian halnya dengan belajar. Untuk meraih prestasi, hendaknya
kita menjalani profesi dengan ketekunan yang berlebih. Hendaknya kita tidak
membosankan diri untuk meningkatkan kemampuan diri. Semakin diasah otak kita,
maka otak pun akan semakin mudah memahaminya. Ibarat air mengalir, akan lebih
lancar jika jalannya sudah dibuatkan.
2.
Jujur
Untuk meraih sesuatu, hendaknya diperoleh dengan cara jujur. Semua
yang diraih dengan ketidakjujuran alias perbuatan curang, pasti suatu saat akan
hilang. Maka, sikap jujur harus dimiliki jika kita ingin meraih masa depan.
Memegang prinsip jujur memang teramat sangat sulit. Di tengah hiruk-pikuknya
zaman serba konsumtif seperti ini, sikap jujur justru sering dibenci banyak
orang. Namun, kita tidak boleh terpengaruh oleh situasi itu. Justru kondisi itu
dapat digunakan sebagai ujian bagi ketegaran sikap, apakah martabat kita
semurah dan serendah itu? Jika ingin masa depan teraih, milikilah sikap jujur.
3.
Percaya
Diri
Tuhan membekali manusia dengan kesamaan. Tuhan Maha Pemberi karena
Tuhan Maha Penyayang. Alangkah baiknya pemberian Tuhan itu digunakan secara
maksimal. Dalam upaya menggunakannya itu, kita memerlukan rasa percaya diri.
Maka, tumbuhkanlah rasa percaya diri. Kalau dia bisa melakukannya, mengapa saya
tidak?. Apa bedanya dirinya dengan diriku?. Pertanyaan itu harus dimiliki dan
dijawab oleh setiap orang yang ingin sukses.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan :
Prestasi merupakan suatu hasil yang telah dicapai sebagai bukti
usaha yang telah dilakukan. Orang yang berprestasi meyakini bahwa hasil yang
diperoleh sesuai harapan dan keinginannya. Orang yang mendapatkan hasil sesuai
harapan berarti memperoleh keberhasilan atau kesuksesan. Beberapa alasan mengapa orang mempunyai keinginan untuk
berprestasi yaitu ingin memenuhi kebutuhanya,ingin diakui keberadaannya,ingin
menjadi sosok yang berarti dalam kata lain dapat memberi makna dan manfaat kepada
orang lain, bangsa, dan negara,memberi kepuasan diri,dan lain-lain. Salah satu
cara agar seseorang berprestasi yaitu dengan tekun, jujur, dan percaya diri
dengan tidak melupakan indikaor prestasi itu sendiri.
B.
Kritik dan Saran
Kritik dan saran yang membangun sangat penulis harapkan, mengingat makalah
ini jauh dari kesempurnaan.
Comments
Post a Comment